Bayi Tabung (IVF)

Bayi Tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) adalah salah satu Teknik Reproduksi Berbantu dengan cara mengawinkan sperma dengan sel telur di luar rahim, kemudian meletakannya kedalam sebuah cawan berisi media kultur sampai dengan beberapa hari hingga menjadi embryo yang kemudian akan diletakan ke dalam rahim calon Bunda.

Berikut proses yang akan calon bunda dan ayah jalani saat mengikuti program bayi tabung:

 Konsultasi dengan dokter WIN

Proses IVF dimulai dengan konsultasi calon ayah dan ibu bersama dokter fertilitas untuk mengetahui kondisi medis, proses perawatan yang cocok untuk calon ayah dan bunda, serta berdiskusi mengenai risiko dan efek samping proses perawatan tersebut.

Pemeriksaan darah dan pemeriksaan penunjang lainnya

Selanjutnya calon ayah dan bunda akan melakukan pemeriksaan darah dan pemeriksaan penunjang awal terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar nantinya proses IVF bisa berjalan maksimal. Pemeriksaan yang diperlukan berupa:

  • Calon Bunda

    • – Pemeriksaan Ultrasonografi Abdomen dan Trans-vagina
    • – Pemeriksaan Darah Lengkap, Kelainan Pembekuan Darah
    • – Pemeriksaan Darah untuk Infeksi Hepatitis B, Hepatitis C, dan HIV
    • – Pemeriksaan Histerosalfingografi* (dengan indikasi)
    • – Pemeriksaan Laparoskopi dan biopsi endometrium* (dengan indikasi)

  • Calon Ayah

    • – Pemeriksaan Analisa Sperma
    • – Pemeriksaan Darah untuk Infeksi Hepatitis B, Hepatitis C, dan HIV
    • – Pemeriksaan Hormon* (dengan indikasi)
    • – Pemeriksaan USG Testis* (dengan indikasi)

Pemeriksaan Hormon Basal

Pada Hari Kedua Menstruasi:

Selanjutnya, jika kondisi calon bunda dan ayah telah memenuhi persyaratan untuk memulai program IVF, pada hari kedua menstruasi, calon bunda akan dilakukan pengambilan darah di pagi hari untuk mengecek hormone basal (minimal pengecekan LH, FSH, Estrogen (E2)) dan ultrasonografi transvaginal untuk menentukan dosis awal stimulasi indung telur.

Injeksi awal stimulasi indung telur

Pada Hari Ketiga – Kelima haid:

Berdasarkan hasil pemeriksaan hari kedua, maka calon bunda datang ke rumah sakit pada jam – jam yang ditentukan untuk melakukan injeksi stimulasi indung telur

Evaluasi pertama stimulasi

Di hari ini kondisi indung telur dan hormon calon bunda akan kembali dievaluasi untuk menentukan apakah diperlukan penambahan dosis atau tidak untuk menstimulasi produksi sel telur.

Injeksi tahap kedua stimulasi indung telur

Pada Hari Keenam – Kedelapan haid:

Berdasarkan hasil pemeriksaan di hari keenam, maka calon bunda datang ke rumah sakit pada jam – jam yang ditentukan untuk melakukan injeksi stimulasi indung telur.

Evaluasi kedua stimulasi

Pada hari Kedelapan haid:

Di hari ini kondisi indung telur dan hormon calon bunda akan kembali dievaluasi untuk menentukan apakah diperlukan penambahan dosis atau tidak untuk menstimulasi produksi sel telur.

Hari ini juga calon ayah diharapkan terakhir mengeluarkan spermanya agar saat proses perkawinan sel telur dan sperma di laboratorium nantinya mendapatkan sperma terbaik.

Injeksi tahap ketiga stimulasi indung telur

Pada Hari Kedepalan – Kesembilan haid:

Berdasarkan hasil pemeriksaan di hari kedelapan, maka calon bunda datang ke rumah sakit pada jam – jam yang ditentukan untuk melakukan injeksi stimulasi indung telur.

Evaluasi ketiga stimulasi

Pada Hari Kesembilan haid:

Di hari ini kondisi indung telur dan hormon calon bunda akan kembali dievaluasi untuk menentukan apakah sudah cukup banyak terdapat sel telur yang akan matang.

Injeksi untuk mematangkan sel telur

Pada hari Kesepuluh haid:

Jika hasil evaluasi di hari sebelumnya baik, maka pada hari ini akan disuntikan hormon pada jam yang ditentukan untuk membuat sel – sel telur menjadi benar – benar matang sehingga siap diambil dan dibuahi sperma nantinya.

Back to top of page