page-header

Frequently Asked Questions (FAQ)

Pertanyaan-pertanyaan yang sering kami terima, beserta jawaban-jawabannya.

  • Dokter siapa saja yang akan menangani saya?

    Calon ayah dan bunda akan ditangani oleh tim dokter yang terdiri dari berbagai spesialisasi. Paling sedikit, calon ayah dan bunda akan ditangani oleh dokter spesialis kandungan dan spesialis andrologi konsultan fertilitas. Untuk program bayi tabung, dokter embriologi kami juga akan menangani calon ayah bunda.

    Anda bisa melihat daftar dokter WIN di sini.

  • Jadwal praktek dokter kapan saja?

    Jadwal praktek dokter dapat dilihat disini

  • Kapan sebaiknya saya konsultasi pertama kali?

    Konsultasi pertama kali dilakukan sebaiknya sesegera mungkin. Bagi pasangan yang segera ingin memiliki anak, bahkan konsultasi dapat dilakukan sebelum melaksanakan pernikahan.

    Sebaiknya saat berkonsultasi datanglah bersama pasangan ya, karena masalah infertilitas dapat disebabkan oleh faktor calon ayah maupun calon bunda.

    Buat janji konsultasi melalui hotline kami.

  • Apakah cek laboratorium harus lengkap sebelum memulai program?

    Sebelum memulai program terdapat beberapa persyaratan laboratorium yang harus dipenuhi, utamanya untuk program bayi tabung. Sebaiknya berkonsultasi dahulu dengan dokter kami agar pemeriksaan yang calon ayah bunda lakukan tepat jenisnya dan waktunya.

    Hubungi hotline kami disini jika butuh konsultasi lebih lanjut.

  • Apa perbedaan program inseminasi dan bayi tabung?

    1. Kondisi sperma : Pada inseminasi, sperma calon ayah sebaiknya dalam kondisi normal. Di unit WIN Bali, sperma diambil dan dipilah, lalu dimasukan ke dalam rahim wanita. Sedangkan pada bayi tabung, salah satu indikasinya justru jika sperma calon ayah tidak dalam kondisi normal. Bayi tabung memungkinkan calon ayah dengan jumlah sperma sangat sedikit untuk memiliki buah hati. Sperma akan dipilih satu yang terbaik untuk dikawinkan dengan sel telur.

    2. Kondisi saluran rahim/tuba falopii : Pada inseminasi, saluran rahim harus tidak tersumbat, karena pembuahan tetap harus terjadi secara alami. Pada tindakan bayi tabung, saluran rahim yang buntu adalah indikasi untuk dilakukan bayi tabung. Sel telur dipertemukan dengan sperma di luar rahim. Sehingga buntunya saluran rahim tidak menjadi halangan terjadinya pembuahan.

    3. Jumlah sel telur : Pada program bayi tabung, stimulasi dilakukan dengan lebih ekstensif pada sel telur calon bunda dibandingkan pada inseminasi. Jika cadangan sel telur sedikit dan usia calon bunda > 35 tahun, dokter mungkin akan menyarankan calon ayah bunda mengikuti proses bayi tabung. Selain kemungkinan pembuahan lebih tinggi, cadangan sel telur juga dapat dibekukan untuk dipergunakan di kemudian hari.

    4. Angka Keberhasilan : Bayi tabung memiliki angka keberhasilan lebih tinggi jika dibandingkan dengan inseminasi. Pada laporan tahunan EHSRE, Inseminasi memiliki angka keberhasilan kelahiran bayi 8,6%. Sedangkan Bayi tabung sebesar 22,2%. Untuk mengetahui proses inseminasi dan bayi tabung lebih lanjut calon ayah bunda bisa mengunjungi halaman ini.

  • Apakah bisa memilih jenis kelamin saat program?

    Menurut pasal 44 pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi: Pada Reproduksi dengan Bantuan atau Kehamilan di Luar Cara Alamiah dilarang untuk tujuan memilih jenis kelamin anak yang akan dilahirkan kecuali dalam hal pemilihan jenis kelamin untuk anak kedua dan selanjutnya. Dimana yang dimaksud dengan pemilihan jenis kelamin adalah dilakukan sebelum terjadinya proses pembuahan dengan cara memisahkan sel sperma x dan y.

    Saat ini, pemilihan jenis kelamin dengan pemisahan sel sperma x (perempuan) dan y (laki – laki) dapat dilakukan di unit WIN Puri Bunda Denpasar – Bali, baik untuk inseminasi maupun IVF (bayi tabung).

  • Jika memilih jenis kelamin apakah bisa 100% pasti?

    Menurut WHO, angka keberhasilan pemilihan jenis kelamin dengan metode memisahkan sperma x dan y bisa sampai dengan 91% untuk program anak perempuan dan sampai dengan 76% untuk program anak laki – laki.

  • Apakah jika program sudah pasti berhasil?

    Tidak. Teknologi untuk program kehamilan yang ada saat ini hanya membantu terjadinya proses kehamilan, tapi tidak dapat memastikan keberhasilannya.

  • Berapa tingkat keberhasilan program?

    Pada program kehamilan, persentase keberhasilan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Tampilan angka keberhasilan juga memiliki arti yang berbeda – beda.

    Dikutip dari laporan ESHRE, angka keberhasilan bayi yang lahir per embrio transfer pada program bayi tabung di dunia adalah 22.2%. Sedangkan untuk program inseminasi memiliki rata – rata angka keberhasilan bayi yang lahir sebesar 8.6% di dunia.

  • Jika program saya gagal, kapan saya bisa memulai kembali?
  • Adakah garansi uang kembali jika program gagal?
  • Berapa kisaran biaya program inseminasi?
  • Berapa kisaran biaya program bayi tabung?
  • Apakah saat proses stimulasi dengan suntik, bisa saya lakukan di rumah?
  • Jika saya dari luar Denpasar, apakah ada rekomendasi tempat tinggal terdekat dari rumah sakit dengan harga terjangkau?
  • Jika saya dari luar Denpasar, kapan saya harus datang ke Denpasar jika akan program di WIN?
  • Selama pandemic COVID-19, apakah masih melayani program?
  • Apakah saya harus melampirkan hasil pemeriksaan bebas COVID-19 sebelum melakukan program?
  • Jika saya positif COVID-19 saat program berlangsung, apa yang akan terjadi terhadap program saya?
Back to top of page
× Hi, ada yang bisa kami bantu?