page-header

Pre-Implantation Genetic Screening (PGS)

Apa itu PGS dan Prosedur PGS

PGS atau Pre-implantation Genetic Screening adalah teknologi terbaru untuk melakukan skrining kelainan jumlah kromosom pada embryo sehingga dapat menurunkan risiko kelainan genetik seperti Down Syndrome (kromosom 21 berlebih) dan Turner Syndrome (kekurangan kromosom X pada perempuan).

Saat ini PGS dilakukan dengan teknologi NGS (next generation sequencing) yang memeriksa seluruh kromosom embrio hanya dengan mengambil sangat sedikit sel yang dibiopsi dari embrio saat fase blastosit, yaitu embrio pada hari kelima atau keenam.

Pada fase blastosit, embrio memiliki lebih dari 100 sel yang tersusun dalam 2 bagian, yaitu bagian dalam yang akan membentuk bayi dan bagian luar disebut trophectoderm yang akan membentuk plasenta. Sekitar 10 sel akan diambil dari trophectoderm untuk melakukan tes PGS ini.

Embrio yang diambil selnya kemudian akan dibekukan melalui proses vitrifikasi, sambil menunggu hasil PGS. Setelah hasil PGS menemukan bahwa ada minimal satu embrio tanpa kelainan kromosom, barulah akan dilanjutkan dengan proses embrio transfer. Dimana, embrio yang telah dibekukan dan terbukti tanpa kelainan akan dicairkan terlebih dahulu (proses thawing) kemudian dimasukan ke dalam rahim.

Jika calon ayah dan bunda menginginkan dilakukan PGS, calon bunda dan ayah harus melalui prosedur bayi tabung rutin terlebih dahulu agar bisa mendapatkan embrio untuk dilakukan PGS.

FAQ
  • Kapan memikirkan untuk dilakukan PGS?

    PGS akan sangat membantu meningkatkan persentase kehamilan dan menurukan risiko keguguran pada calon bunda yang berumur > 35 tahun, pasangan yang mengalami kegagalan bayi tabung berulang sebelumnya, atau mengalami keguguran berulang tanpa penyebab yang diketahui sebelumnya. Kondisi-kondisi tersebut adalah beberapa yang paling sering menyebabkan produksi embrio dengan kelainan jumlah kromosom.

  • Apakah pemilihan jenis kelamin dapat dilakukan?

    Secara pemeriksaan, jenis kelamin dapat diketahui saat melakukan PGS. Namun perlu diketahui bahwa terdapat peraturan perundang-undangan yang tidak memperbolehkan pemilihan jenis kelamin pada anak pertama. Pemilihan jenis kelamin hanya diperbolehkan secara hukum pada anak kedua dan selanjutnya.

  • Apa saja risiko PGS?

    Terdapat beberapa risiko yang dapat terjadi bahkan sebelum proses PGS dijalankan. Untuk melakukan PGS dibutuhkan embrio pada fase blastosit, dan jika tidak terdapat banyak sel telur atau sel telur yang dibuahi sejak awal, maka kemungkinan tidak terdapat embrio pada fase blastosit yang bisa dilakukan tes bisa terjadi. Dalam kasus ini, maka tindakan PGS dibatalkan.

    Walaupun telah dilakukan PGS masih ada kemungkinan (walaupun jauh lebih kecil) anak yang dilahirkan nantinya memiliki kelainan kromosom. Hal ini disebut dengan mosaicism. Karena kromosom di setiap sel pada satu embrio bisa berbeda.

    Kemungkinan embrio mati saat dicairkan kembali, walaupun telah ditangani dengan hati-hati dan sesuai standar tetap ada, walaupun kecil.

Back to top of page
× Hi, ada yang bisa kami bantu?