page-header

Intrauterine Insemination (IUI)

Apa itu IUI dan Prosedur Perjalanan IUI Calon Ayah dan Bunda

Inseminasi intra uterine (IUI) adalah salah satu teknik untuk membantu mendapatkan kehamilan. Dengan IUI, sperma tidak perlu melewati leher rahim, sehingga lebih cepat sampai untuk membuahi sel telur. Pada teknik ini, sperma calon ayah yang sudah diambil akan dipilah di laboratorium. Kemudian dengan bantuan selang khusus, sperma dimasukan langsung ke dalam rahim wanita.

Prosedur IUI
Mengatur jadwal konsultasi

Hubungi kami melalui Whatsapp untuk mengatur jadwal konsultasi.

General check-up

Calon Bunda

  1. USG abdomen dan transvagina
  2. Histerosalfingografi*

Calon Ayah

  1. Analisis Sperma

*) Jika ada indikasi.

Hari Kedua Menstruasi
Memulai prosedur IUI

  1. Membawa dokumen KTP suami dan istri
  2. Membawa surat nikah resmi
  3. Tanda tangan informed consent
  4. USG
  5. Stimulasi sel telur

Hari Ketujuh Menstruasi
Pemeriksaan progresi

  1. USG
  2. Konsultasi dokter

Hari Kesepuluh Menstruasi
Pemeriksaan progresi & pematangan telur

  1. USG
  2. Konsultasi dokter
  3. Suntik pemicu kematangan sel telur*

*) Jika ada indikasi.

Hari Kedua Belas Menstruasi
Inseminasi

  1. Pengambilan sperma
  2. Tindakan inseminasi

Hari Kedua Puluh Tujuh
Cek kehamilan

Calon Bunda: Pemeriksaan kehamilan untuk melihat apakah embrio berkembang menjadi janin.

FAQ
  • Kapan calon ayah dan bunda sebaiknya mengikuti IUI?

    Sebelum memilih program apa yang sesuai untuk calon ayah dan bunda, berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter konsultan fertilitas. Berikut adalah beberapa indikasi, kapan calon ayah dan bunda mungkin perlu mengikuti program Inseminasi Intra Uterine (IUI), yaitu:

    Faktor dari calon ayah: Kelainan ringan pada jumlah/bentuk/gerak sperma

    Faktor dari calon bunda: Lendir serviks kurang ideal untuk sperma, jaringan luka pada serviks, alergi protein sperma, terapi awal infertilitas akibat faktor endometriosis, terapi awal infertilitas akibat terganggunya ovulasi/pematangan sel telur, terapi awal infertilitas yang tidak jelas penyebabnya

  • Bagaimana tingkat keberhasilan IUI?

    Perlu diketahui bahwa angka keberhasilan IUI sangat bervariasi. Beberapa orang harus mencobanya lebih dari satu kali sebelum berhasil. Beberapa faktor yang mempengaruhi diantaranya adalah faktor umur calon bunda, kualitas sel telur atau sperma, radang permukaan rahim yang berat, serta gangguan pada tuba. Pada tahun 2017 dilaporkan bahwa rata-rata angka keberhasilan satu kali prosedur IUI di dunia adalah sebesar 8,6%.

  • Peluang memilih jenis kelamin melalui IUI?

    Terdapat peluang memilih jenis kelamin melalui IUI. Saat proses pencucian dan pemilihan sperma, dapat dilakukan pemilihan karakteristik sperma untuk laki-laki maupun perempuan.

  • Apa saja risiko dan efek samping proses IUI?

    Walaupun risiko yang ada terbilang rendah tetapi kadang kala terjadi beberapa risiko akibat IUI ini. Beberapa risiko tersebut di antaranya:

    1. Kehamilan kembar: Walaupun beberapa pasangan melihatnya sebagai anugerah, kehamilan kembar bukanlah kondisi normal. Kehamilan kembar memiliki risiko selama kehamilan dan kelahiran prematur lebih tinggi.
    2. Infeksi: Risiko infeksi akibat IUI memang jarang terjadi. Risiko infeksi berhasil ditekan dengan tindakan asepsis dan sterilitas.
    3. Spotting: Terkadang proses memasukan sperma ke rahim menggunakan selang kecil dapat menyebabkan sedikit perdarahan pada vagina (spotting). Hal ini biasanya tidak akan mempengarhui keberhasilan program IUI.
    4. Sindrom stimulasi ovarium berlebih (OHSS)
    5. Proses stimulasi sel telur: Pada program IUI akan mengakibatkan folikel telur yang dihasilkan lebih banyak. Hal ini dapat menyebabkan pengumpulan cairan di perut. Dengan perkembangan alat USG yang semakin canggih, kondisi ini dapat lebih cepat diantisipasi oleh dokter.
    6. Keguguran: Setelah dinyatakan hamil melalui program IUI, calon bunda masih bisa mengalami keguguran. Hal ini juga dapat terjadi pada kehamilan normal.

Back to top of page
× Hi, ada yang bisa kami bantu?