page-header

Investigasi Masalah Fertilitas Pria

Tanda utama pria tidak subur atau infertil adalah di saat sel sperma yang diproduksinya kesulitan membuahi sel telur pada rahim pasangan. Masalah fertilitas pria ini akan membuat wanita susah hamil. Berikut tahapan apa saja yang dilakukan untuk investigasi masalah fertilitas pria, dan apabila mengalami masalah fertilitas pada pria anda dapat berkonsultasi ke Unit WIN  RSIA Puri Bunda Bali

Analisa Sperma

Analisa sperma merupakan tes paling awal yang dilakukan untuk mengetahui kondisi sperma calon ayah. Melalui tes ini kualitas dan jumlah cairan semen, jumlah sperma, pergerakan sperma, dan bentuk sperma dapat diketahui.

Untuk melakukan tes, calon ayah akan diminta untuk melakukan abstinence (tidak boleh mengeluarkan sperma) selama 2 sampai 5 hari sebelum melakukan tes.

Penanganan gangguan sperma rata – rata memerlukan waktu yang cukup panjang, sehingga semakin dini dilakukan pemeriksaan akan semakin baik.

Logo_KR_WIN-IVF Bali
background

DNA Fragmentation Index (DFI)

Bayi Tabung Bali

DFI adalah salah satu pemeriksaan untuk mengetahui kualitas DNA yang ada di dalam sperma. Pada tes DFI jumlah DNA yang rusak/terfragmentasi diukur. Semakin tinggi tingkat fragmentasinya, semakin tidak baik artinya. Pada kasus dengan hasil fragmentasi DNA yang tinggi, sulit bagi sperma untuk membuahi sel telur walaupun normal secara jumlah, pergerakan, dan bentuknya. Calon ayah dan bunda yang mengalami kasus infertilitas yang tidak terjelaskan, keguguran berulang, dan kegagalan bayi tabung dengan hasil analisa sperma normal, tingginya fragmentasi DNA pada sperma bisa saja menjadi permasalahannya.

Profil Hormon Pria

Testosteron sering juga disebut dengan hormon seks, faktanya hormon ini meregulasi dorongan seksual dan berbagai proses lainnya baik pada pria maupun wanita. Pada pria, produksi utama testosteron terletak pada retikulum endoplasma sel Leydig di testis. Testosteron merupakan hormon steroid yang dimetabolisme dari kolesterol oleh aktivitas desmolase. Pregnenolone merupakan produk dari aktivitas ini dan dikonversi menjadi testosteron melalui intermediate 17alpha-hydroxypregnenolone, dehydroepiandrosterone, dan 4-androstene-3,17-dione. Pada jalur alternatif, testosteron dihasilkan dari intermediat progesterone dan 17alpha-hydroxypregnonelone. Di dalam sirkulasi, testosteron berikatan dengan sex hormon binding globulin (SHBG) yang 3 melindunginya dari degradasi metabolik. Hanya sedikit fraksi testosteron yang bebas dan aktif yang mampu berikatan pada reseptor androgen. Pada pria dewasa muda, hanya terdapat sekitar 2% kadar testosteron dalam bentuk bebas, 30% terikat kuat dengan SHBG, dan 68% berikatan secara lemah dengan albumin. Pada beberapa jaringan target, seperti adipose dan otak, aromatase akan mengkatalisasi konversi testosteron menjadi estradiol yang selanjutnya akan berikatan dengan reseptor estrogen. Disamping itu, 5αreductase akan mereduksi testosteron menjadi androgen yang lebih potent yaitu dihydrotestosteron (DHT) yang juga dapat berikatan dengan reseptor androgen.

Bayi Tabung Bali
Ultrasonografi Testis
usg-testis-ivf-bali

Pemeriksaan ultrasonografi testis akan memberikan gambaran akurat tentang ukuran testis, kelancaran peredaran darah testis, ada atau tidaknya varikokel dan obstruksi, maupun mendeteksi kanker pada testis.

Setiap calon ayah yang memiliki masalah pada jumlah sperma yang terlalu sedikit, sebaiknya melakukan ultrasonografi testis.

Back to top of page
× Hi, ada yang bisa kami bantu?